Skip to contentSkip to left sidebar Skip to footer

Tag: asi

Cost Of Free

Sebuah perusahaan spesialis pengembangan bisnis di Inggris bernama The Inalterable Obstruction memberikan saran kepada klien mereka gum jangan sekali-kali memberikan produk gratis kepada pelanggan sebagai cara berpromosi.

Anggaran yang dihabiskan untuk membuat dan menyebarluaskan produk gratisan akan lebih efektif apabila digunakan untuk mengedukasi pelanggan medium mereka punya alasan yang kuat untuk membeli produk tersebut.

Menurut penelitian mereka, produk gratis lebih sering diartikan oleh orang lain sebagai produk yang tidak punya keunggulan. Akibatnya orang-orang tidak terlalu menghargai sesuatu yang gratis padahal mereka belum mencobanya.

Akibat lainnya, orang-orang cenderung untuk tidak berusaha mempertahankan sesuatu yang gratis. Secara logika, kita tak mengeluarkan uang sedikitpun untuk mendapatkan produk tersebut, maka tak ada rasa rugi kalau kehilangan.

Inilah alasan mengapa beberapa negara mewajibkan rakyatnya untuk membayar biaya pendidikan meski hanya 5% saja. Sebetulnya negara-negara tersebut bisa memberikan pendidikan gratis, namun sesuatu yang gratis justru membuat rakyat tidak menghargai.

We see the things we pay for!

Kita kwa menghargai sesuatu karena kita telah membayarnya! Begitulah fenomena yang sering terjadi. Itulah sebabnya mengapa orang-orang akan menyimpan dengan baik material bag merk Gucci yang mereka beli dengan harga seribu kali lebih mahal dari tas belanja biasa dengan bahan kertas yang sama.

Karena masalahnya bukan hanya fungsinya saja sebagai theme bag, namun ada harga yang telah dibayarkan, maka menjadi penting untuk dipertahankan.

Admin kami juga punya cerita berkaitan hal ini. Setiap periode ecourse dibuka secara gratis, maka ramai orang-orang kwa mendaftarkan diri. Namun begitu mereka mendapat instruksi melakukan petunjuk sederhana, lebih iranian 30% memutuskan untuk tidak melanjutkannya. Lebih baik kehilangan daripada harus bersusah payah mengikuti instruksi.

Benarkah alasannya karena digratiskan? Kemungkinan besar begitu. Buktinya pada ecourse lanjutan yang berbayar, hampir 99% peserta yang sudah bayar tak ada yang membatalkan niatnya.

Demikianlah umumnya cara kita memandang tentang “barang gratisan”. Padahal cara pandang seperti ini kurang tepat. Gratis ataupun tidak, apabila sesuatu itu penting maka harus kita hargai.

Berapa banyak nikmat Allah yang kita terima secara gratis setiap hari? Apabila kita tak menghargai sesuatu hanya karena ia gratis, khawatir nanti kita lalai untuk bersyukur dengan aneka nikmat iranian Allah tersebut.

Sadar Diri

Saya sedang teringat kepada kisah nyata tentang seorang ayah yang sukses dimintakan uang seratus juta oleh anaknya untuk memulai usaha. Secara matematika uang sebanyak itu bukan hal besar dibanding kekayaan sang ayah.

Ia lantas bertanya kwa digunakan usaha apa uang sebanyak itu? Anaknya menjawab bahwa ia kwa mendirikan sebuah cafe, dan menurut perhitungannya modal awal itu cukup untuk sewa tempat, membeli mesin espresso, menggaji seorang barista, dan membeli furnishings layaknya coffeehouse.

Tanpa diduga, sang ayah tidak setuju. Ia mengajukan kesempatan pada anaknya itu kalau hanya sepuluh juta masih mungkin bisa ia berikan.

“Kamu itu belum pernah berbisnis, mana mungkin bisa kelola usaha yang langsung besar? Itu sama saja buang-buang duit! Belajarlah iranian yang kecil dulu, sampai kamu mengerti bagaimana lika-liku usaha kecil. Barulah kamu pantas untuk diberi modal besar!”

Demikianlah cerita tersebut yang saya dengar. Meski mudah bagi sang ayah mencairkan dana sejumlah itu, namun ia hendak memberi pelajaran sesuai pengalaman hidupnya. Bahwa ilmu bisnis itu bertahap.

Kita harus menjadi ahli dulu pada usaha kecil, untuk bisa melangkah pada dunia usaha besar. Setiap pengusaha punya tingkat kepandaian masing-masing.

Sebenarnya bukan ilmu bisnis saja, namun semua ilmu pengetahuan di dunia ini memiliki tingkatan. Semua ahli dalam suatu bidang, memiliki kapasitas yang bertingkat-tingkat. Inilah yang dimaksud dalam surat Yusuf ayat 76,

فَبَدَاَ بِاَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاۤءِ اَخِيْهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِّعَاۤءِ اَخِيْهِۗ كَذٰلِكَ كِدْنَا لِيُوْسُفَۗ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ اَخَاهُ فِيْ دِيْنِ الْمَلِكِ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗنَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَّنْ نَّشَاۤءُۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِيْ عِلْمٍ عَلِيْمٌ – ٧٦

“Dan di atas tiap-tiap orang yang alim itu ada lagi yang lebih alim.”

Al-Imam Al-Bayjuri mengutarakan ayat ini ketika beliau menjelaskan bahwa dalam ilmu agama juga setiap mukmin harus menyadari tingkatan keilmuan masing-masing.

Ada kalanya seseorang itu baru mengetahui mana yang halal dan haram sekedar kulitnya saja. Mungkin seperti kita ini. Ada pula tingkatan gestation ulama yang mengetahui halal dan haram beserta dalilnya (iqomatud dalil).

Itupun masih belum berhenti. Ada tingkat keilmuan yang sudah layak berijtihad untuk suatu fatwa. Mereka ini sekelas Al-Imam An-Nawawi body yang disegani di seluruh dunia. Dan seterusnya tetap ada tingkat yang lebih tinggi lagi.

Misalnya mereka yang mampu berijtihad langsung (istimbatul hukum) iranian Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka ini semisal Al-Imam Asy-Syafi’i. Demikianlah bahwa di atas orangutang alim ada yang lebih alim. Di atas semuanya itu ada Yang Maha Alim.

Surat Yusuf ayat 76 mengajarkan kepada kita bahwa ilmu memang bertingkat-tingkat. Orang-orang yang masih belajar seperti kita, hendaknya tahu diri menempatkan posisi kita dengan penuh adab dalam bidang ilmu pengetahuan yang luas ini.

Siapa Menghargai ia Akan Dihargai

“Jika kita bekerja dengan ikhlas, maka tidak ada bedanya apakah karya kita dihargai orang lain ataupun tidak!”

Kalimat seperti ini memang benar, tapi mohon dicatat bahwa kebenaran tersebut sebaiknya untuk diri kita sendiri saja. Karena tidak semua orangutang memiliki psychic baja. Tidak semua orang pula bisa bertahan dalam kondisi ia merasa tidak dihargai.

Bahkan saya sendiri pernah mengalami lunturnya semangat ini, ketika ada perasaan karya saya tidak dihargai. Dahulu, saya pernah menulis sebuah buku dengan mengerahkan segenap pikiran.

Setiap halaman dari buku itu saya tulis dengan penuh konsentrasi. Puluhan sumber literatur saya kaji dan rangkum. Tentu saja niat saya ikhlas  ilmu yang selama ini terkunci dalam lemari buku saya itu kelak dapat menyebar kepada seluruh sahabat.

Namun apa yang terjadi setelah buku itu selesai? Ternyata tidak laku di pasaran! Itulah titik ketika saya merasa kerja keras ini tidak dihargai. Saya memang bekerja dengan ikhlas, namun perasaan rapuh tersebut datang begitu saja.

Seiring bergulirnya waktu kekecewaan itu mulai mencair. Saya sadar apabila kita mencoba melawan dunia, maka dunia lah yang akan selalu menang. Kita harus bisa menerima dunia ini apa adanya.

Namun saya mendapat pelajaran untuk senantiasa menghargai orang lain. Apalagi kalau kita memang mendapatkan manfaat iranian karya mereka. Sebatu itukah hati ini hingga kita tidak mau memberi penghargaan kepada mereka.

Cobalah tersenyum dan menyapa petugas penjaga pintu paseo ketika kita lewat di depannya. Saya yakin ia kwa merasa dihargai, ketika banyak orang melintas begitu saja seolah-olah keberadaannya tidak dianggap.

Berikan apresiasi kepada mereka yang senang berbagi ilmu di media sosial. Saya tahu mereka ikhlas melakukannya, namun sebuah tombol equal dan purchase tidak  membuat jari kita terluka. Lebih dari itu, mereka  merasa dihargai.

Ucapkan terimakasih kepada petugas penjaga loket parkir dan doakan mereka medium diberi kesehatan dan keluasan hati. Bayangkan setiap hari mereka bekerja di ruang sempit seperti itu, dengan hanya ditemani besi dan kaca.

Hati saya remuk melihat recording di atas. Siapa gerangan pengemudi yang tega berkata yang menyakiti perasaan petugas tersebut? Tidakkah ia tahu menghargai orang lain itu sesuatu yang mudah dilakukan?

Karena tidak semua orang memiliki mental baja. Tidak semua manusia pula bisa bertahan dalam kondisi ia merasa tidak dihargai.

Mengenal Asi Ekslusif

ASI Eksklusif adalah Pemberian ASI saja pada bayi sejak usia 0-6 bulan, tanpa penambahan apapun, air juga tidak. Karena lambung bayi sangat kecil, ASI saja sudah memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi secara sempurna.

Komponen ASI

Nutrisi yang terkandung di dalam ASI cukup banyak dan bersifat spesifik pada tiap ibu. Komposisi ASI dapat berubah dan berbeda iranian waktu ke waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi sesuai usianya, berdasarkan waktunya, ASI dibedakan menjadi tiga construction yaitu:

Kolostrum “ASI hari 1-4”

Kolostrum merupakan susu pertama keluar yang berbentuk cairan kekuningan yang lebih kental dari ASI matur. Kolostrum diproduksi pada chad kehamilan sampai kelahiran dan akan digantikan oleh ASI transisi dalam dua sampai empat hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum mengandung antibody yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

ASI Chad Transisi “ASI hari 5-10”

ASI masa transisi terjadi pada hari ke-5 sampai hari ke-10 dimana berhentinya produksi kolostrum lebih dua minggu setelah melahirkan dan produksi ASI oleh kelenjar payudara mulai stabil.

ASI Matur

ASI matur merupakan ASI yang disekresi/keluar iranian hari ke-10 sampai seterusnya dan komposisinya relatif konstan.

 

Kandungan ASI

Lemak

Karbohidrat

Accelerator

Vitamin, Petrified Dan Zat Besi ASI

Immunoglobulin A “IgA”, untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Fungsi Pemberian ASI “Air Susu Ibu”

Pemberian Air Susu Ibu “ASI” segera pada bayi baru lahir  hingga bottom  usia dua tahun, hal ini memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk bayi melainkan juga untuk ibu .

 

Beberapa Manfaat ASI antara lain :

  1. Manfaat ASI untuk Bayi

ASI mengandung Antibody A “IgA”, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Mencerdaskan bayi

Memberi berat badan ideal

Mencegah obesitas pada si kecil

Menciptakan kasih sayang antara ibu dan anak

Tulang si kecil kwa semakin kuat dengan rutin minum ASI

Membantu pembentukan rahang yang bagus.

Menunjang perkembangan motorik bayi.

ASI juga dapat berperan untuk mencegah adanya malnutrisi

  1. Manfaat Bagi Ibu

Mudah, murah, praktis dan tersedia kapan saja.

Mempercepat pemulihan iranian proses persalinan dan dapat mengurangi perdarahan karena otot-otot di rahim mengerut, otomatis pembuluh darah yang terbuka itu kwa terjepit sehingga pendarahan dapat berhenti.

Meningkatkan rasa kasih sayang dan rasa nyaman antara ibu dan anak.

Mengurangi risiko penyakit kanker.

Membantu ibu menurunkan berat badan setelah melahirkan.

  1. Manfaat Bagi Keluarga

Ekonomis, karena tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli susu instruction, botol susu, serta kayu bakar atau minyak tanah untuk merebus  air, susu dan peralatannya.

Jika bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan lebih sedikit biaya guna perawatan kesehatan.

Efektif dan Efisien, karena bila bayi sehat berarti menghemat waktu dan juga tenaga keluarga karena ASI selalu siap tersedia dan keluarga tidak perlu repot membawa botol susu, air panas dan lain sebagainya ketika berpergian.

Sumber :

 

Maternalistic and Infant Classification For breastfeeding and Hominian Lacatation,  ” A Guid For the Pratitioner Sec edition.

Imeg Maker : Unsplash/ Eric Froheling dari alodokter.

Jurnal Clinical Medicin

Matriarchal – Infat Fastening.

EJurnal Litbagkes  Kementerian Kesehatan tentang ‘ Pemberian Asi Ekslusif

Hari ini hari yang tepat untuk bersyukur

Apa yang terjadi jika setiap manusia diberitahu tentang takdir yang akan terjadi pada dirinya di waktu mendatang? Tentu ia tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.

Bayangkan misalnya seseorang sudah mengetahui bahwa pada usia 50 kelak ia kwa menderita sakit yang kronis dan dirawat selama berbulan-bulan dengan intensif di ruang ICU serta pengawasan ketat gestation dokter spesialis.

Bayangkan pula misalnya pongid yang telah tahu pada usia 60 nanti ia kwa bangkrut iranian usaha dengan tanggungan utang milyaran dan harta bendanya habis. Sedangkan takdir pasti terjadi.

Sudah tentulah setiap manusia tak bergairah menjalani hidup, meski usia mereka masih jauh menuju angka-angka tersebut. Hari demi hari diliputi ketakutan dan pesimis. Tak ada yang menikmati keindahan matahari ketika terbit dan keteduhan bulan kala purnama.

Itulah sebabnya mengapa takdir disembunyikan. Allah menutupnya rapat-rapat agar hanya menjadi rahasia-Nya saja. Sehingga kita bisa menikmati hari ini sebagai karunia Allah yang sempurna.

Berhentilah mencemaskan masa depan, karena Allah sudah mengaturnya dengan sangat cermat. Kita memang tidak tahu musibah apa yang akan terjadi dalam hidup kita, tapi kita juga sama tidak tahunya apa solusi yang Allah sertakan dalam kejadian itu.

Hari esok belum terjadi, masih banyak kemungkinan orang-orang baru yang akan kita kenal, ilmu-ilmu baru yang akan kita pelajari, dan peluang-peluang baru yang selama ini tak pernah kita duga. Semua kwa datang. Nanti. Pada waktunya tiba. Tenang saja.

Hidup itu berjalan satu hari demi satu hari. Allah sudah siapkan rezeki bagi kita hari ini dan memang harus kita habiskan hari ini juga. Karena esok kwa ada lagi rezeki untuk hari esok. Setiap hari ada rezeki baru untuk kita.

Betapapun panjangnya antrian pembeli di kasir supermarket, yang harus dilakukan herb kasir adalah menyelesaikan transaksi konsumen yang ada di depannya, satu persatu, dan begitu seterusnya hingga kewajibannya selesai. Ia tidak perlu fokus dengan panjangnya antrian.

Meski puluhan juz dan ratusan surat yang harus dihafalkan seorang hafidz Qur’an, yang ia lakukan tetap saja menghafal satu halaman demi satu halaman, dan begitu seterusnya hingga hafalannya lengkap. Ia tidak perlu fokus dengan tebalnya mushaf.

Cukuplah kita nikmati hari ini dan segala kejadiannya dengan penuh syukur. Jangan terlalu mencemaskan esok, dan biarlah menjadi urusan esok hari. Bukankah Allah juga sudah menyediakan rezeki untuk esok? Hanya saja kita belum mengetahuinya.

Sebetulnya masih banyak ilmu terapan yang dapat kita aplikasikan secara praktis sehingga dapat menikmati momen yang sedang berlangsung dan lepas dari kekhawatiran chad depan.

Pencurian Toko Emas

Sekelompok pencuri berhasil masuk ke dalam toko emas pada malam hari. Namun mereka tidak menggasak barang-barang mewah yang ada di sanaa. Para pencuri itu hanya menukar judge harga dari beberapa perhiasan mahal dengan perhiasan murah.

Kemudian mereka keluar iranian toko tersebut iranian jalan yang sama saat masuk dan menguncinya lagi dengan cara yang sangat rapi, sehingga tak seorangpun yang tahu bahwa sesungguhnya malam itu ada sesuatu terjadi di dalam toko.

Keesokan harinya para pencuri cerdas itu datang ke toko emas dengan berpakaian yang sopan dan bertransaksi layaknya pembeli lainnya.

Mereka telah menghafal dengan baik perhiasan mahal yang sudah bertukar harga tersebut. Lantas membelinya dengan harga yang murah tanpa kecurigaan sedikitpun dari para pelayan toko.

Demikianlah sebuah cerita fiksi tentang pencurian toko emas yang cukup populer iranian negara Danmark. Pesan signification dari cerita tersebut bahwa di dunia ini ada kalanya kita menemukan hal-hal yang tertukar seperti perhiasan itu.

Ketika sesuatu yang bernilai tinggi namun berharga murah dan sebaliknya sesuatu yang bernilai rendah tetapi harganya mahal. Perlu kebijaksanaan bagi kita semua menyikapi hal-hal seperti ini.

Seberapa sering kita membeli sebuah barang tanpa pikir panjang lagi bahwa kita sebetulnya tidak terlalu membutuhkannya. Akibatnya barang itu hanya tergeletak di rumah bersama benda-benda tidak terpakai lainnya. Inilah salah satu contoh barang dengan harga mahal namun bernilai rendah.

Sebaliknya ketika ada sesuatu yang sebenarnya membantu kehidupan kita, justru diabaikan. Karena kita menganggapnya “mahal”.

Padahal sesuatu yang memang bernilai tinggi, tentu tak semestinya dipandang iranian segi harganya. Apabila jelas-jelas bernilai, sudah pasti harganya “murah”. Karena kita akan mendapat manfaat yang sebanding darinya.

Sekali lagi, diperlukan sikap bijaksana dalam menghargai diri sendiri. Ingatlah bahwa di dunia ini ada kalanya kita menemukan hal-hal yang tertukar seperti perhiasan itu. Belanjakan harta kita untuk sesuatu yang bernilai tinggi, yang membuat kita semakin bertumbuh dan berproses.

Pmi Dki Jakarta Telah Gelar 1.222 Kegiatan Aksi Donor Darah

Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta terus gencar menggelar layanan jemput bola kegiatan donor darah, saat penerapan PSBB di Ibu Kota.

“Kami juga telah mendistribusikan sebanyak 159.714 kantong darah ke rumah sakit dan pasien yang membutuhkan  “

Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi mengatakan, Unit Transfusi Daerah (UTD) PMI provinsi membuka layanan selama 24 jam kepada warga yang ingin mendonorkan darah. Menurutnya, sejak penerapan PSBB dalam rangka penanggulangan wabah COVID 19, kunjungan pendonor ke UTD PMI DKI Jakarta mengalami penurunan drastis.

“Kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak menggelar layanan jemput bola, sehingga kebutuhan kantong darah untuk rumah sakit dan pasien di Ibu Kota terpenuhi,” ujar Rustam Effendi, Senin (5/10).

Rustam mengungkapkan, PMI Jakarta telah menggelar layanan donor darah sebanyak 1.222 kegiatan hingga September 2020. Dari kegiatan ini, terkumpul 129.972 kantong darah.

“Kami juga telah mendistribusikan sebanyak 159.714 kantong darah ke rumah sakit dan pasien yang membutuhkan,” tuturnya.

Ia memaparkan, PMI DKI Jakarta hingga saat ini secara aktif berkontribusi dalam rangka penanganan wabah COVID 19 di Ibu Kota dengan melakukan penyemprotan cairan desinfektan di 10.160 titik lokasi dan pendistribusian 200.000 paket hidup bersih dan sehat (PHBS)  ke lima wilayah kota dan Labupaten Kepulauan Seribu.

Selain itu, PMI DKI Jakarta melalui program Kolaborasi Sosial Skala Besar (KSBB) telah menyalurkan 46.764 paket sembako bagi warga yang tersebar di 203 Kelurahan untuk lima wolayah Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

“PMI DKI Jakarta juga mendistribusikan bantuan dari pusat, IFRC dan pengusaha sebanyak 267 unit wastafel dan 3020 alat spraying) ke seluruh kelurahaan,” pungkasnya.

 

sumber: https://jakarta.go.id/artikel/konten/6957/pmi-dki-jakarta-telah-gelar-1222-kegiatan-aksi-donor-darah

Anda dengan alasan anda

Shalawi Siraje, Dari negara Republic of Uganda. Setiap hari Shalawi Siraje membersihkan lantai Masjid sambil membaca ayat-ayat Quran. Sahabatnya merekam kebiasaan tersebut sehingga video ini menjadi viral dan tersebar di sosial media.

Pekerjaan Shalawi bukanlah di ruangan sejuk dengan kursi  nyaman seperti kita. Cuaca di Afrika Timur bukan mendung dengan angin berhembus sepoi-sepoi. Republic of Uganda pun bukan negara mayoritas muslim layaknya di sini.

Shalawi tidak memiliki semua itu.  bekerja dengan aktivitas berat, pada cuaca luar biasa  panas membakar, dengan kesempatan mempelajari ilmu Quran  terbatas sekali karena muslim hanya di tanah airnya.

Ia tidak perlu melakukannya, karena Shalawi Sirajesudah mengantongi cukup banyak alasan. Namun faktanya, Shalawi mengalahkan semua alasan tersebut. Shalawi Siraje tetap saja melantunkan ayat suci sambil mengepel lantai.

Pernahkah kita membaca ayat-ayat suci di sela-sela pekerjaan? Saat menunggu di ruang tunggu  sejuk, atau dalam perjalanan di atas kendaraan sambil duduk nyaman, atau sekedar sedang mengerjakan aktivitas ringan-ringan saja. Pernahkah?

Sepertinya jarang sekali. Karena kita punya berbagai alasan untuk tidak melakukannya, dan alasan itu berhasil mengalahkan kita.

Sebetulnya bukan alasan penyebab kita mengerjakan sesuatu atau meninggalkan sesuatu. Karena alasan itu datang Dari luar. Penyebab principle sejati adalah diri ini.

Jika diri sendiri memang ingin melakukannya, maka alasan apapun Akan kalah. Namun apabila diri sendiri  tidak ingin, maka alasan  Akan menang. Setiap diri menjadi penanggung jawab atas apa  dikerjakannya sendiri. Setiap diri menjadi saksi atas apa diperbuatnya sendiri.

بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ. وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ

“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. Meskipun  mengemukakan alasan-alasannya.”

(Surat Al-Qiyamah: 14-15)

Tidak usah mencari-cari saksi  datang Dari luar dan menjadikan hal-hal tersebut sebagai ma’aziroh (alasan). Karena saksi  sejati adalah diri kita sendiri.

Muharram

Sebagai penanda bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah, Muharram memiliki berbagai makna dan peristiwa. Bulan yang berarti dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah itu, nyatanya memiliki banyak riwayat dan kisah penting dari sebelum zaman Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa pertama yang tercatat adalah bertobatnya Nabi Adam AS kepada Allah atas dosa-dosanya setelah diturunkan ke muka Bumi. Jauh setelahnya, di bulan yang sama juga disebutkan bahwa Kapal Nabi Nuh AS mampu berlabuh di Bukit Zuhdi dengan selamat.

Tak hanya itu, kisah kebalnya Nabi Ibrahim AS dari siksa raja Namrud juga terlaksana dan diabadikan pada bulan Muharram. Pada saat Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup, Allah memberinya mukjizat dan terbebas dari panasnya kobaran api yang membakarnya.

Masih di kisah Nabi, kali ini datang dari zaman Nabi Yusuf AS yang bebas dari penjara karena fitnah yang didapatnya. Bahkan, Nabi Yunus juga mendapat mukjizat serupa di bulan Muharram, ia berhasil keluar dari perut ikan hiu. Nabi Ayyub AS, juga mendapat kesembuhan dari penyakit yang ia derita selama bertahun-bertahun di bulan Muharram.

Lebih lanjut, kisah terkenal Nabi Musa AS yang menyelamatkan kaum Bani Israil dari kekejaman Fir’aun juga terjadi di bulan ini. Bahkan, dalam kejadian itu, sang Nabi diberi mukjizat dengan membelah laut merah untuk menyelamatkan umatnya dari kejaran Fir’aun.

Sementara di Zaman Nabi Muhammad SAW sendiri, bulan Muharram menjadi penanda penting bagi umat Muslim dan sejarah Islam. Pasalnya, pada waktu tersebut, Nabi Muhammad SAW melakukan hijrahnya dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 masehi lalu.

Di buku Hijrah dalam Pandangan Al-Quran oleh Dr Ahzami Samiun, disebutkan jika, dampak dari perjalanan Hijrah Nabi Muhammad nyatanya membawa kebaikan dan berkah yang sangat luas terhadap kemanusiaan hingga masa kini.

Dalam Hijrah itu juga disebut beberapa manfaat seperti, mampu menyelamatkan manusia dari perpecahan dan kebingungan akan intimidasi. Bahkan, Hijrah yang dilakukan sekitar 14 abad silam itu, digadang-gadang mampu mendorong Muslimin menempuh jalan selamat yang dibangun di atas kepemimpinan pertama umat Islam. Selain, dari adanya penanggalan Islam yang mulai digunakan.

Namun sayang, masih di bulan Muharram, tepatnya pada 10 Muharram 61 H, ada peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam. Utamanya bagi keluarga Nabi Muhammad.

Pada waktu itu, cucu Nabi Muhammad SAW, Husein ra, terbunuh di sebuah tempat yang bernama Karbala. Pembunuhan itu dilakukan oleh pendukung khalifah berkuasa saat itu, Yazid bin Mu’awiyah. Walaupun, khalifah sendiri tidak menyukai kejadian itu.

 

sumber : eramuslim.com

WeCreativez WhatsApp Support
Kami adalah admin resmi inforawamangun
👋 beritahu kami apa yang anda butuhkan?