Skip to contentSkip to left sidebar Skip to footer

Tag: kuliner recomended di rawamangun

Rumah Disewa

Disewakan rumah di daerah rawamangun Muka. Luas 120 meter. 2 lantai. 2 kamar dibawah dan 4 kamar diatas (tp diatas lantainya kayu dilapis karpet)
Bisa untuk usaha,
Listrik 3500 (bisa diturunkn kalau tidak butuh)
Dekat dengan tiptop, Sunan Giri, UNJ,
Buka harga pertahun 45, nego
Silahkan contact 081386389340

Dicari Lapak

DICARI ❗❗
Lapak untuk usaha mie ayam di sekitar Rawamangun.
Bagi yang punya lapak kosong dan berniat untuk disewakan, bisa tawarkan langsung ke @depooyss yaa

Ayam Gedebug

Ada apa dengan Ayam Gedebuk?

Suatu saat kita akan bertemu. Buat para mamen tunggu kehadirannya yaa…Spesial untuk kamu semua

Makan cuyy!!⁣
⁣⁣⁣
Tapi sambil menunggu menu barunya, tetap Nikmati Ayam Gedebuk di @ayamgedebukrawamangun
(Jalan Waru no 14, Rawamangun)

 

Rumah Dijual

Khusus bagi keluarga yg mengidamkan rumah di lingkungan aman dan asri namun masih di tengah jakarta, dekat dengan sekolah ternama (al azhar, muhammadiyah, nabawi, labschool). Dekat juga dengan rumah sakit rujukan (RS persahabatan, rs antam, rs omni, rs columbia), dekat dengan sarana olahraga (vellodrome).

Rumah 2 lantai siap huni.
4k.tidur +3k.mandi + 1k.tidur & 1k.mandi utk art
Listrik 3500, PAM, IMB, SHM, 2 garasi.

Cintaku pada dunia, ada pada memandang wajahmu

“Banyak yang belum saya ketahui, di usia saya yang 50 tahun ini.”

Demikianlah sebuah pesan masuk dari sahabat yang saya cintai siang hari itu. Sebuah pesan yang membuat saya bergetar dalam hati, “Ya Allah, jadikanlah kami sebagai umat yang mengenal Nabi kami sendiri.”

Kami memang baru saja merampungkan kajian online tentang Rasulullah selama lima puluh hari. Maraton. Terus menerus. Berawal dari rutinitas 24 jam Rasul pada sesi pertama, berlanjut kepada perjalanan 23 tahun dakwah Kenabian pada sesi kedua.

Begitu tuntas seluruh kajian tersebut, beliau mengatakan bahwa ternyata banyak sekali hal-hal yang belum pernah diketahui sebelumnya tentang Rasulullah. Alhamdulillah, kajian ini merajut kembali cinta kami yang hilang tersebut, kepada Sang Rasul.

Dahulu saya mendengar kisah-kisah Nabi yang mulia ini dari lisan guru-guru saya. Dahulu saat pertama kali mendengarnya, saya juga merasakan getaran yang sama. Itulah yang mendorong saya untuk berbagi rasa ini kepada semua sahabat.

Rasa ini berbeda. Semakin kita mengenalnya, justru semakin kita bertambah rindu. Padahal biasanya perkenalan menghapus kerinduan, namun tak berlaku bagi Rasulullah. Semua orang yang semakin mengetahui tentang Rasul, justru semakin rindu untuk menyelami lebih dalam lagi mutiara sejarah tersebut.

Itulah sebabnya ketika suatu hari Rasulullah bersabda bahwa Allah telah menjadikan kecintaan dalam hatinya terhadap dunia ini ada di dalam shalat. Lantas Sahabat Abu Bakar As-Siddiq berkata,

“Adapun aku wahai Rasul, ketahuilah bahwa Allah telah menjadikan kecintaan dalam hatiku terhadap dunia ini ada di dalam memandang wajahmu.”

Duhai, siapa yang tidak mengenal Sahabat Abu Bakar? Orang yang mula-mula beriman, yang terpilih oleh Rasul menemani hijrah beliau, sekaligus ayah dari Ummul Mukminin Aisyah. Tidakkah beliau telah puas memandangi wajah Rasulullah?

Rupanya tak ada kata puas dalam mencintai Rasulullah. Semakin dipandang, semakin rindu menyibak.

Kisah zaman nabi

Kedua kisah ini terjadi pada zaman Nabi yang berbeda, namun memiliki kemiripan. Yaitu tentang sikap umat yang berulang-ulang mengajukan pertanyaan kepada Nabinya.

Pertama tentang Bani Israil yang diperintahkan oleh Nabi Musa untuk menyembelih seekor sapi betina. Mereka justru bertanya balik bagaimana usia sapi tersebut.

Sehingga Sang Nabi menjawab bahwa sapi tersebut tidak boleh sapi tua, tidak boleh pula sapi muda. Namun mereka bertanya lagi tentang warnanya. Maka Nabi Musa menjawab warnanya harus kuning tua.

Tak cukup sampai di sana, mereka bertanya lagi tentang latar belakang sapi tersebut. Lalu Nabi Musa menjawab bahwa sapi itu belum pernah membajak sawah dan kulitnya tak ada cacat.

Demikianlah setiap kali mengajukan pertanyaan, justru semakin sulit perintah yang harus dikerjakan. Kisah ini diabadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 67-71.

Abad demi abad berganti, tibalah pada zaman Nabi Muhammad. Siang itu di Madinah seorang sahabiyah perempuan datang kepada Rasulullah dan menceritakan bahwa suaminya telah mengucapkan perkataan zihar kepadanya.

Atas pengaduan itu maka turunlah Malaikat Jibril membawa wahyu sebagai jawaban kepada sahabiyah perempuan tersebut. Rasulullah meneruskan wahyu itu, bahwa bagi suaminya diwajibkan memerdekakan seorang hamba sahaya.

Ia justru bertanya balik bagaimana mungkin mengerjakan hal tersebut sedangkan suaminya tak punya hamba sahaya.

Sehingga Sang Nabi menjawab bahwa kalau begitu suaminya boleh berpuasa dua bulan berturut-turut. Namun ia bertanya lagi bagaimana mungkin mengerjakan hal tersebut sedangkan suaminya sudah kepayahan untuk puasa.

Maka Nabi Muhammad menjawab kalau demikian suaminya boleh memberi makan 60 orang fakir miskin saja.

Tak cukup sampai di sana, ia bertanya lagi bagaimana mungkin mengerjakan hal tersebut sedangkan suaminya seorang tak mampu. Lalu Nabi Muhammad masuk ke dalam rumah, membawa bahan makanan yang cukup untuk 60 orang dan menyerahkan padanya untuk membantu mengerjakan perintah ini.

Demikianlah setiap kali mengajukan pertanyaan, justru semakin mudah perintah yang harus dikerjakan. Kisah ini diabadikan dalam surat Al-Mujadalah ayat 1-4.

Dapatkah kita melihat perbedaan yang sangat jelas dari kedua kisah di atas? Bahwa ketika umat lain mendapatkan beban yang lebih berat karena semakin banyak bertanya kepada Nabi mereka, namun umat Rasulullah justru mendapatkan beban yang lebih ringan karena semakin banyak bertanya kepada Nabi Muhammad.

Inilah salah satu bukti, bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam. Apabila kita mau merenungi sedikit saja kisah ini, sungguh kita akan menjadi umat yang semakin bersyukur dan semakin mencintai Rasulullah.

Rangkaian kisah-kisah Al-Qur’an lainnya yang terlalu berharga untuk dilewatkan, akan kita bahas bersama-sama pekan depan dalam kajian online 15 hari berjudul Find Out Rasulullah Diary. Masih ada empat hari lagi untuk mengamankan kelasnya!

jktequestrian

from @jakprogroup Arena Warm up, salah satu arena yang digunakan oleh atlet berkuda melakukan pemanasan sebelum bertanding di arena field of play, Jakarta International Equestrian Park. Tidak hanya untuk pemanasan, arena ini kerap juga digunakan atlet maupun kuda untuk berlatih.

Setiap harinya, sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besara (PSBB) diterapkan di DKI Jakarta, arena ini kerap digunakan oleh atlet Nasional untuk latihan berkuda sebelum mengikuti kejuaraan berkuda yang diadakan di Jakarta International Equestrian Park.
Lokasi arena ini, tidak jauh dengan arena tribun utama atau field of play. Sehingga sangat memudahkan untuk atlet berkuda melakukan pemanasan sebelum bertanding.

Saat ini, Jakarta International Equestrian Park dikelola oleh PT Pulo Mas Jaya yang merupakan anak perusahaan dari PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Berlokasi di Pulomas, Jakarta Timur tempat ini dapat diakses menggunakan moda transportasi publik, yakni @lrtjkt dan turun di Stasiun LRT Equestrian.

@dkijakarta
@bumd_jakarta
@jktequestrian
@ptpulomasjaya

JAKARTA INTERNATIONAL EQUESTRIAN PARK PULOMAS (JIEPP)
A World Class Equestrian Park with Integrated Facilty in Jakarta

Stable Academy Equine Clinic Hotel Ballroom Meeting Rooms Event (Indoor/Outdoor) MICE

For More Information. 0817 1717 7022 (WA Only)

WeCreativez WhatsApp Support
Kami adalah admin resmi inforawamangun
👋 beritahu kami apa yang anda butuhkan?